Skip to content

>CARA MELAKUKAN UJI NORMALITAS DENGAN SPSS 17.0

January 23, 2011

>

Uji normalitas data adalah hal yang lazim dilakukan sebelum sebuah metode statistik. Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data yang mampunyai pola seperti distribusi normal (distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan).
Misalkan dalam sebuah penelitian pendidikan ingin diketahui apakah data dalam penelitian tersebut berdistribusi normal,  data penelitian adalah sebagai berikut:

Nama
Sex Nilai harian 1  Nilai Rapot
IDM01
IDM02
IDM03
IDM04
IDM05
IDM06
IDM07
IDM08
IDM09
IDM10
IDM11
IDM12
IDM13
IDM14
IDM15
1
2
1
1
1
2
2
1
1
2
2
1
1
2
1
50
61
80
76
40
73
86
77
59
56
66
80
72
95
83
68
86
78
80
76
74
70
80
76
85
60
69
89
90
88

Keterangan sex: 1=laki-laki, 2=perempuan

Cara menganalisisnya adalah sebagai berikut:

1.    Buka lembar kerja SPSS
2.    Buat semua keterangan variabel di variable view seperti gambar berikut:


3. Klik Data view dan masukan semua data sehingga tampak hasilnya sebagai berikut:


4. Lakukan analisis dengan cara: memilih menu Analyze, lalu submenu Nonparametriks Test. Dari serangkaian pilihan yang ada, pilih 1-Sample K-S, akan muncul kotak dialog sebagai berikut:


5.Pindahkan semua variable ke kotak Test Variable List dengan cara menanadai semua variable kemudian menekan tanda > sehingga kotak dialog menjadi seperti berikut:

6. Klik Options sehingga muncul kotak dialog sebagai berikut, kemudian centang Descriptive lalu klik Continue.


7. Klik Exact kotak dialog akan muncul seperti dibawah ini, lalu pilih Asymplotic lalu klik Continue.

8. Klik OK sehingga akan muncul Output sebagai berikut:

 NPar Tests
[DataSet0]

Cara membaca Output tersebut adalah sebagai berikut:

1.Deskriptif

Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah semua data adalah 15 siswa yaitu pada kolom N, rata-rata dapat dilihat pada kolom Mean, standar deviasi pada kolom Std.Deviation, nilai maksimum dan minimum pada kolim minimum dan naximum.
Catatam: pada sex tidak diperbolehkan menggunakan mean, sebab sex adalah data nominal

2. Kolmogorov smirnov

* Analisis:
Ho : Populasi berdistribusi normal
Ha : Populasi tidak berdistribusi normal
* Dasar pengambilan keputusan adalah berdasarkan probabilitas
Jika nilai probabilitas > 0,05 maka Ho diterima
Jikan nilai probabilitas <= 0,05 maka Ho ditolak
* Keputusan
a. Sex: Terlihat bahwa pada kolom signifikan (Asymp. Sig (2-tailed)) adalah 0,023 atau probabilitas kurang dari 0,05 maka Ho ditolak yang berarti populasi tidak berdistribusi normal.
b. Terlihat bahwa pada kolom signifikan (Asymp. Sig (2-tailed)) adalah 0,904 atau probabilitas lebih dari 0,05 maka Ho diterima yang berarti populasi berdistribusi normal.
c. Terlihat bahwa pada kolom signifikan (Asymp. Sig (2-tailed)) adalah 0,977 atau probabilitas lebih dari 0,05 maka Ho diterima yang berarti populasi berdistribusi normal.
Semoga bermanfaat…

About these ads

From → SPSS

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: